Macan jadi kura-kura?"kok bisa ya?"...
19/08/2011. Alhamdulillah sejak lulus dari sekolah jalanan BEM Kema Unpad, sekarang atau tepatnya setengah tahun yang lalu saya punya hobi baru yang mau tidak mau itu harus menjadi hobi. Kalaulah dulu kaki ini tidak bisa diam karena memang hidupnya dijalan (tuadijalan*), maka sekarang kaki ini harus beristirahat dah harus diam, karena harus menunggu do*en seharian dikampus. Kalaulah dulu setiap hari terasa begitu cepat kerena padatnya jadwal "main" dari satu tempat ke tempat lain, maka sekarang waktu terasa lama karena agendanya cuma satu 'bimbingan".
Menunggu. Inilah realita yang harus dijalani hampir mungkin seluruh mahasiswa disentero belahan Unpad. SKRIPSI, telah akrab menjadi bahasa sehari-hari dikalangan mahasiswa tingkat akhir atau mahasiswa yang hampir berakhir, mungkin karena lulus atau bahkan DO. Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari status seorang kawan dikampus, "Macan yang dipaksa berlari seperti kura-kura". Sebuah perumpamaan yang begitu menggambarkan kekesalan karena skripsi yang tak kunjung selesai. Bukan karena kurangnya motivasi untuk menyelesaikan tugas akhir, atau males untuk beresin, tapi sekali lagi karena terlalu lama "menunggu".
Bayangkan saja, untuk merevisi hasil corat coret do*en, cukup 2 sampai 4 hari saja, tapi ternyata untuk menunggu hasil kerja keras menyelesaikan draft, ternyata dibutuhkan minimal waktu seminggu, dua minggu atau bahkan lebih lama dari itu. Hingga benar-benar harus menganggur karena lamanya waktu menunggu.
Ah tapi mungkin ini yang memang harus dijalani, mungkin saa do*en ingin mengajarkan mahasiswanya ilmu ikhlas dan bersaban. Mudah2an seperti itu yang terjadi. Atau mungkin sedang mengkarantina "macan-macan" supaya lebih jinak dikampus, atau bahkan semakin buas ketika setelah keluar kampus. Ataupun kalaulah harus jadi kura-kura mungkin memang harus belajar jadi kura-kura yang baik...
kira2 seperti inlah nasibnya.....:)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar