Kamis, 22 Desember 2011

Seberkas Cahaya di Negeri Kegelapan


Oleh : Asep Rovi Nurjaman

Kuceritakan kisah dari sebuah negeri yang gelap tanpa cahaya,
gersang hingga hampa musnahkan makna,
Terlalu kelam hingga buta hiraukan semua sabda,
Syetan…syetan…laksana tuhan yang patut disembah…
Nafsu…layaknya maharaja diatas negeri kegelapan…

Seonggok raga terkapar tak bernyawa di atas tanah lapang..
lumpuh…rapuh…tanpa daya…
Buta…nampak cahaya tak silaukan mata,,,
Tuli…teriakan sabda tak getarkan gendang telinga..
Bisu…diam hilangkan semua kata…

Saat sabda terkubur dalam pesona alam kian kabur…
Penduduk negeri berlari kian melantur…
Pemimpin berteriak mengguntur…
Musnahlah cahaya…hilangalah cahaya…enyahlah cahaya…

Di tanjung harapan…
Seberkas cahaya nurilahi nampak dalam batin yang mulai terpekur…
Titik-titik cahaya mulai berperang melawan gelapnya negeri…
Hangatnya membasuh gersang terbitkan makna…
Sabda terpekik menjalar diseluruh urat negeri!!!

Iqra???Iqra…Iqra!!!Iqra…Iqra….

Bacalah…bacalah..bacalah suara alam yang bercengkarama….
Bacalah desir angin yang berhembus…
Lihatlah bintang yang berkelip…
Ingatlah ombak yang bergelombang…

Dahulu…memori kita lekat teringat,,,,
Matahari terbit luluh lantak tersengat bom atom…
Semangat terpekik “ berapa guru yang masih bernyawa?”
Ingatlah baghdad sang negeri ilmu…
Saat para mesin ilmu berkumpul,,,terangkan pancaran cahaya negeri…
Terus…teruuuss… terus terpancar hingga nurilahi kian hakiki…

Sebuah inspirasi,
10 Desember 2011