Rabu, 08 Februari 2012

Nyatanya mentari masih bersinar hingga pagi ini...
Lengkap dengan sebungkus kehangatan plus semangat sebagai bekal hari ini...
Lalu apa yang kau risaukan kawan???
Apakah kau khawatir semua beban di pundakmu akan meremukan sendi sendi tulangmu?"
Apakah kau takut semua masalahmu menghabiskan seluruh waktu hidupmu?"
Atau bahkan kau resah akan nasibmu esok hari?"

Lalu pandanglah mentari pagi ini!
yang tak pernah khawatir jika esok tak bisa bersinar lagi...
yang tak pernah takut akan malam yang kadang menghempaskannya...
tak pernah resah walau rembulan mengalahkan keindahannya...

Maka, enyahkanlah kekhawatiran dalam jiwamu...
Hancurkan benteng benteng ketakutan yang membuatmu seolah tak berdaya...
 
Bakar harimu dengan api keberanian!Isi jiwamu dengan juataan ledakan energi!
dan saatnya bergerak!saatnya bergerak!dan saatnya bergerak!


Aku yang Menantang Masa Depan,
Asep Rovi Nurjaman, 09022012









Selasa, 07 Februari 2012

NENEK CURI SINGKONG dan HAKIM HEBAT

Kasus tahun 2011 lalu di Kabupaten Prabumulih, Lampung (kisah nyata),

…… di ruang sidang pengadilan, hakim MARZUKI duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar,….
namun manajer PT Andalas kertas (Bakrie Grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bag warga lainnya.

Hakim MARZUKI menghela nafas. Dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, "Maafkan saya", katanya sambil memandang nenek itu.

”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU".

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.

‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar Rp 50 ribu, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Sampai palu diketuk dan hakim MARZUKI meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang Rp 3,5 juta, termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT Andalas kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh hakim berhati mulia.

dari : rulliawann.blogspot.com

Bersiap atau Tergilas Roda Kompetisi Zaman

Saat kehidupan telah semakin jauh kau sambangi,,,
Maka masa inilah menuntutmu untuk hidup sebenarnya...
Masa yang panas, hingga darahmu takan akan pernah berhenti untuk mendidih....
Masa yang cepat, hingga kakimu tak akan pernah berhenti dan terus melangkah...
Masa yang gila, hingga otakmu tak akan pernah berhenti untuk berfikir...

Kau siap?"maka masa ini akan memberikanmu mahkota kemenangan....
atau kau tidak siap?"maka bersiaplah terlebih dahulu....setidaknya kau hanya tertinggal satu langkah....
atau bahkan kau tak mau?"maka diamlah di sana, dirumahmu yang indah...hingga roda zaman siap menggilas keindahan rumahmu...

Nyatanya hidup ini hanya mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak...bahkan tak pernah mengijinkan kita untuk berhenti bahkan sejenak....
Bersiaplah!!! karena pertadingan hidup akan segera kau mulai...kau bergerak maka kau akan hidup,,,,,saat kau berhenti maka roda zaman dibelakangmu akan menggilasmu bahkan menghancurkan bangunan mimpimu...atau kau ingin diam saja???maka pilihannya hanya satu....MATIIII!!!!


dan Hari ini Aku siap berlari jauuuh lebih cepat dari roda zaman yang terus mengejar!!!wahai jiwa relakanlah dirimu!!!


Masa Akhir Perjalanan Kampus,
Jatinangor, 08022012